Kelompok Informasi Masyarakat SUKA WARTA Desa Sukoreno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan

Rabu, 16 Mei 2012

Sedekah Bumi Dusun Kesiman


SEDEKAH BUMI DUSUN KESIMAN DESA SUKORENO 

Sedekah Bumi Dusun Kesiman Desa Sukoreno Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali
Sedekah Bumi adalah istilah bagi warga kesiman, ada juga yang menyebutkan dengan bersih desa itu adalah bentuk rasa syukur kepada sang pencipta  karena telah diberi  hasil pertanian yang melimpah selain itu Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa kebersamaan kepada sesama dengan memberikan sedekah atau sodakhoh berupa makanan.


Selaian sebagai rasa syukur kepada sang pencipta Sedekah Bumi ini juga sebagai wujud pelestarian budaya yang sudah dilakukan turun- temurun, kata mbah-mbah dulu Sedekah Bumi dapat menolak balak atau menjauhkan dari musibah karena Sedekah Bumi sama dengan memberi sodakhoh.
 
Yang menarik dari acara Sedekah Bumi ini adalah adanya perebutan ancak ( sebutan untuk  makanan yang di panggul atau diarak), banyak orang  yang ingin mengambil makanan yang ada di ancak meski harus berdesak-desakan dengan orang lain.

 
Perebutan ancak biasanya dilakukan di punden desa yang sebelum direbutkan didahului dengan memanjatkan doa yang dilakukan oleh sesepuh desa, supaya desanya menjadi aman damai tentram dan makmur.
Setelah perebutan ancak dilaksanakan, tayuban
 ( jejogetan dengan sinden ) biasanya dilakukan sampai sore hari, malam hari dilanjutkan dengan pagelaran kesenian ludruk sampai pagi.

Rabu, 09 Mei 2012

Bimbingan Teknis Kelompok Informasi Masyarakat

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan wawasan dan ketrampilan Kelompok Informasi Masyarakat 
( KIM ) yang ada di Kabupaten Pasuruan,  
Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pasuruan melaksanakan bimbingan teknis ke Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) yang dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 4 Mei 2012 bertempat di hotel Tretes Raya Prigen.
Materi yang berikan adalah ketrampilan membuat blog dan kewirausahaan, selain itu dalam bimbingan teknis ini juga di bentuk Forum KIM yang bertujuan untuk meningkatkan atau mengoptimalkan kinerja antar KIM se Kabupaten Pasuruan.

Jumat, 09 Maret 2012

Daun sirsat (Soursop)


Hasil penelitian mengenai khasiat daun sirsak menunjukkan bahwa daun sirsak memiliki kemampuan utnuk menumpas kanker. Bahkan 10.000 kali lebih dahsyat dari kemoterapi. Lebih dari itu, tidak hanya buahnya saja yang dapat dimanfaatkan tetapi sampai kulit batangnya berkhasiat sebagai obat. Daun sirsak merupakan bagian dari tanaman sirsak yang paling sering digunakan sebagai obat. Sejak dahulu, masyarakat di daerah Kalimantan sering menggunakannya untuk mengobati demam. Di Madagaskar, daun sirsak digunakan untuk mengobati penyakit liver. Beberapa tahun belakangan ini ekstrak daun sirsak semakin banyak dipakai untuk menghambat pertumbuhan kanker. Daun sirsak bersifat netral sehingga sesuai untuk mengobati berbagai jenis kanker. Daun sirsak tidak hanya baik dikonsumsi oleh para pasien saja, tetapi juga bagi orang yang sehat karena diyakini dapat menambah kekebalan tubuh.
Daun sirsak memiliki kemampuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. Daun Sirsak dapat membunuh sel – sel kanker lebih cepat dan aman ketimbang harus melakukan kemoterapi yang memiliki banyak efek samping dan biaya yang mahal.
Minuman Instan Soursop ( Daun Sirsak ) mempunyai kegunaan untuk :
- Anti kanker
- Jantung, kolesterol, hipertensi
- Penyakit hati, asam urat
- Anemia, Migran, Demam
- Sariawan, Diare

Selasa, 10 Mei 2011

System of Rice Intensification ( SRI )


Sistem Keamatan/Intensifikasi Padi (System of Rice Intensification, SRI) bermula dengan satu falsafah dimana tumbuhan perlu diberi keadaan yang sesuai dan selesa untuk pertumbuhannya. Keadaan ini akan membolehkan tumbuhan tersebut mengeluarkan potensinya yang sebenar. Namun, apa yang berlaku hari ini ialah, kita telah menjadikan tumbuhan terutama sekali tanaman padi mengurangkan potensi semulajadinya. SRI diperkenalkan bagi mengubah kaedah penanaman padi tradisi bagi memberi ruang yang luas untuk tanaman padi memberikan pulangan hasil yang tinggi.

Hasil yang tinggi tidak mustahil melalui SRI. Apa yang perlu dilakukan oleh petani ialah penyediaan dan pengurusan tanah sawah, menanam anak padi yang muda, mengawal dan memantau paras air, kualiti tanah itu sendiri dan varieti padi yang ditanam sama ada sesuai atau tidak dengan kaedah ini.

Kaedah SRI tidak memerlukan sebarang input pertanian seperti baja dan racun yang dibeli oleh petani. Peningkatan hasil boleh menjadi lebih baik berbanding dengan tanaman padi yang bergantung kepada baja dan racun kimia kerana padi SRI mempunyai struktur yang berbeza dengan lebih banyak anak (tillers) dan sistem akar yang lebih besar untuk membantu penyerapan nutrien dari tanah.

Tanaman padi SRI juga mempunyai lebih banyak biji padi bagi setiap tangkai (panicle). Perkara ini tidak mustahil kerana kaedah SRI membantu tanaman padi menghasilkan lebih banyak anak berbanding kaedah konvensional.


Seperti yang dinyatakan sebelum ini, SRI dapat membantu tanaman padi menunjukkan potensi sebenarnya. Walaubagaimanapun potensi ini telah terpendam kerana amalan penanaman padi konvensional yang digunapakai sejak turun temurun. Kaedah SRI menjadikan asas tanaman padi sebagai panduan dimana idea asal SRI ini digariskan.

·                     Petani perlu terlebih dahulu memahami idea ini. Kemudian mereka perlu memilih dan menilai amalan tanaman sebelum ini yang akan memberi kebaikan kepada keadaan mereka. Setiap petani adalah saintis dan penyelidik.
·                     SRI mengubah struktur tanaman padi – kepadatan dan bilangan anak dan akar – dengan mengubah amalan biasa yang digunakan bagi menguruskan tanah, air dan tanaman bagi menjadikan hasil yang lebih produktif.
·                     Untuk tanaman padi menjadi lebih produktif, beberapa kriteria yang diperlukan ialah;
-  lebih banyak anak (tillers),
-  lebih banyak tangkai (panicles) yang keluar dari batang,
-  lebih banyak padi daripada tangkai, dan
-  padi yang lebih berat dan berisi

Jika tanaman padi dijarakkan dengan jarak yang optimum di atara satu sama lain, tanaman tersebut akan mempunyai lebih ruang untuk pertumbuhan. Tanaman akan memperolehi cahaya dan udara yang lebih untuk mengeluarkan batang dan pucuk. Lebih banyak batang yang subur, lebih banyak padi akan dihasilkan. Selain itu, ruang yang besar akan menggalakkan pertumbuhan akar yang lebih banyak dan kuat untuk menyerap lebih banyak nutrien dari tanah.

·    Walaupun agak mengejutkan, sebenarnya ada peluang untuk mendapatkan lebih hasil padi dengan menanam kurang pokok dan meletakkan mereka dalam jarak yang sesuai, supaya tanaman padi lebih sihat dan subur. "Kurang" boleh menjadi "lebih" kelihatan mustahil seperti kata pepatah Melayu "secupak tidak akan jadi segantang", tetapi melalui SRI perkara ini tidak mustahil.
·      Untuk tumbuhan hidup dengan subur di atas tanah, sistem akar yang sihat diperlukan di bawah tanah. SRI membantu tumbuhan mempunyai sistem akar yang besar di bawah tanah dan pertumbuhan batang (tillers) yang lebih banyak di atas tanah.
·       Menanam padi secara rapat dan padat membazirkan benih. Individu tanaman akan menjadi lebih kecil dan kurang produktif. Menanam anak benih yang matang/tua pula akan mengurangkan potensi.
·     Dengan teknik SRI, petani dapat melihat perubahan ketara dan dengan mudahnya memperolehi 50 batang (tillers) daripada satu anak pokok, dan ada juga petani yang menggunakan kaedah ini mendapat 100 batang dari satu anak pokok.
·      Petani berpeluang untuk mendapat sehingga 200 biji padi bagi setiap batang yang mengeluarkan tangkai. Ada juga petani yang mendapat sehingga 400 biji padi.

Ini menunjukkan SRI bukannya satu keajaiban. Apa yang dibuktikan oleh sistem ini ialah pengurusan tanaman, tanah dan air yang baik yang membolehkan tumbuhan hidup subur dan mengeluarkan potensinya untuk menghasilkan produktivitis yang tinggi.